Mungkin kita hanya bisa komat-kamit hari ini. Mulut ini, sebuah visualisasi, dari kepala kami yang bekerja tanpa henti untuk membunuh keraguan yang ada dalam hati. Kalau ragu tak mati mungkin saja kita yang mati atau seumur hidup hanya bisa menyesali. Kami isi jiwa dan raga ini rangkaian titik menuju senyum tanpa henti yang akan menyebar ke semua orang nanti.
Besok, kami gerakan tubuh ini, teruslah bergerak tanpa henti karena berhenti berarti mengkhianati diri sendiri. Waktunya beraksi, tak boleh berhenti karena berhenti bergerak bisa saja berarti mati. Kami tak mau kehilangan konsistensi karena kami ingin tahu siapa diri kami. Kami coba ingatkan diri kami, "HIDUP HANYA SEKALI, KALAU TIDAK SEKARANG KAPAN LAGI?!".
Besoknya lagi, kami akan coba berbagi, agar semua tahu siapa kami. Berbagi tak akan pernah membuat kita rugi. Berbagi membuat yang sedikit menjadi berarti. Berbagi membuat kita tahu bahwa kaya adanya di hati.
Besoknya, setelah besoknya lagi. Kami harus menahan diri. Cobaan akan datang dan pergi. Dia datang tak pernah mengabari, tiba-tiba menghadang dari depan, menguntit dibelakang, atau mungkin menjepit di kanan dan kiri. Tak peduli dari mana dia datang, kita tahu, kau ada untuk menguji sejauh mana kita dapat mengendalikan diri.
Setelah semua berhasil kami lalui, senyum itu datang lagi. Terbayarlah apa yang kita kerjakan. Jadilah kami sang inti yang diikuti.

